Merdeka.com – Polisi terus mendalami keterangan Aulia Kesuma alias AK atas pembunuhan suami dan anak tiri, Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili alias ECP dan Adi Pradana alias Dana. Berdasarkan pengakuannya, Aulia tega habisi dua orang tersebut karena utang sebesar Rp10 miliar yang ia gunakan untuk membuka restoran. Dia menjaminkan dua sertifikat rumah dan lahan sebelah rumah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“Utang ini dilakukan oleh saudari AU (Aulia) untuk usaha restoran. Di top up sampai Rp1 miliar itu gagal dan di-top up lagi sampai Rp10 miliar dengan jaminan dua sertifikat milik suaminya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto di Polda Metro Jaya, Senin (2/9).

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, dengan utang tersebut semakin hari semakin banyak. Sehingga, dirinya tak sanggup untuk bayar utang tersebut hingga timbul keluh kesah agar suaminya rela menjual rumah tersebut.

“Dia ada utang di dua bank di Jakarta. Salah satunya ada utang Rp2,5 M, yang satu Rp7,5 M. Bunganya sekitar Rp200 juta per bulan, dengan adanya utang tersebut, keluh kesah terus. Dia berupaya bagaimana caranya suaminya rumahnya dijual kemudian untuk membayar utang tersebut,” ujarnya.

“Akhirnya tersangka ini mencari dukun untuk menyantet korban biar meninggal, lalu dia kemudian mencari senjata api untuk menghabisi suaminya. Nanti ada eksekutornya untuk menembak,” sambungnya.

Singkat cerita, Aulia membunuh suami dan anak tirinya itu dengan cara diracun dan dibakar di dalam mobil di kawasan Sukabumi Kota, Bogor, Jawa Barat.

“Jadi semuanya sudah terencana, per jam-jam sudah terencana juga,” pungkas Argo

penulis penulis